Posted by Desain Interior & Eksterior on Jumat, 03 Oktober 2014
Beberapa tahun belakangan ini, batu koral hias semakin digemari.
Namun, kini makin banyak variasi yang muncul. Warna, jenis, serta
bentuknya pun semakin beragam sehingga siapapun yang sedang menghias
rumah tak perlu bingung lagi menentukan pilihannya.
Batu koral hias (pebbles) memang beragam bentuknya. Dari kecil hingga
besar, halus dan kasar, hingga warna-warni. Semua sama menariknya jika
digunakan sebagai elemen rumah. Beberapa namanya diambil dari nama
daerah seperti Koral Lampung, Mik Bali, Batu Alor Surabaya, Ambon,
Bengkulu, Pelabuhan Ratu, hingga Batu Flores. Harganya pun bervariasi
sesuai dengan ukuran dan halus tidaknya permukaan batu. Di pasaran, Batu
Lampung Super yang paling mahal harganya.
Banyak orang menggunakan koral hias untuk diletakkan baik dalam
maupun luar ruangan. Bagian luar biasanya digunakan sebagai penghias
taman kering. Di dalam pun dapat digunakan sebagai aksen atau menjadi
pembagi ruang yang diletakkan di lubang tanpa keramik.

Selain ditebar, koral bisa menjadi elemen yang ditempel. Koral tempel
ini disebut koral sikat. Elemen rumah ini bisa Anda beli di toko
bangunan atau penjual tanaman taman di pinggir jalan.
Untuk membuatnya tak sulit. Aduk semen dan pasir, lalu masukkan ke
dalam cetakan kayu. Setelah rata, tempel satu per satu batu di atas
permukaannya. Setelah ditutup adukan lagi. Barulah disikat dengan sikat
kawat hingga batunya muncul. Bersihkan dengan lap basah dan biarkan
mengeras.

Koral
sikat yang menjadi beton ini dapat digunakan sebagai lantai carport,
teras, bahkan dinding rumah. Nah, agar permukaan batu bisa awet dan
tahan terhadap lumut serta debu, sapukan dengan cairan coating dengan
perbandingan 1 liter untuk 6 meter beton.